Ragam Pembuatan Olahan Bubuk Instan Temulawak Untuk Produk Herbal Desa Rossoan

Main Article Content

Mustakim Mustakim
Syamsinar Syamsinar
S Nuristiqamah
Reni Indra Safitri
Rusmita Ulok
Nurlinda Nurlinda
Nur Indah Sari
Rahmawati B
Zalrabiatul Mal Muria
Nur Halifah
Wardiyanto Wardiyanto
Pebriansa Pebriansa

Abstract

Temulawak (curcuma  xanthorriza) atau biasa di sebut dengan koneng gede merupakan obat yang tergolong dalam suku temu-temuan yang memiliki bentuk seperti jahe namun temulawak ini berbentuk agak besar dibandingkan dengan jahe warna yang kekuning-kuningan. Sejak dulu sudah dikenal sebagai ramuan obat tradisonal oleh warga Desa Rossoan  karena memiliki aroma yang khas dan warna yang kuning cerah  membuat temulawak digemari banyak orang. Tanaman ini berasal dari indonesia kuhsusnya di pulau jawa dan kalimantan. Penyebarannya cukup luas hingga keluar Indonesia seperti Thailand dan Filipina dan dapat juga ditemui di Cina, India, dan Bardos. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di daratan rendah sampai ketinggian 1.500 m diatas permukaan laut berhabitat berhutan tropis. Tanaman ini juga  dapat tumbuh di tanah yang kering seperti d ipekarangan rumah. Tanaman ini termasuk dalam family  zingiberanceae masih saudara dengan sejenis jahe,kencur,dll selama ini bagaian tanaman pada temulawak  yang  jamak digunakan adalah rimpang karna didalam rimpang pada temulawak banyak mengandung senyawa kimia yang aktif untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Dari alasan inilah yang membuat kami bergerak untuk mengelolah temulawak menjadi bubuk instan. Temulawak ini kami kelola langsung di Desa Rossoan Kab. Enrekang dengan cara yang masih sederhana yaitu dengan cara dikeringkan selama 7 hari di bawah terik sinar matahari jika cuacanya panas. Setelah kering ditumbuk menggunakan alu dan lesung hingga menghasilakan bubuk yang halus. Dengan cara  ini  dapat mempermudah konsumen yang sering mengonsumsi temulawak  yang sudah jadi bubuk  dan bisa mempermudah kita untuk mengomsumsi dengan cara yang  praktis. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan gambaran cara membuat temulawak dengan cara sederhana di Desa Rossoan

Article Details

Section
Articles

References

Afifah, E. dan Tim Lentere. 2003. Khasiat dan manfaat Temulwak rimpang penyembuh aneka penyakit. Penerbit PT. Agro media Pustaka Jakarta .
Mahendra , B 2005. 13 Jenis Tanaman Obat Ampuh. hlm 95. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.
Mustakim, M., & Elihami, E. (2020). Understanding Indonesia Language And Culture At Longqi Elementary School Tainan–Taiwan Roc. Maspul Journal Of Community Empowerment, 1(1), 54-61.
Mustakim, M., Musdalifah, M., & Elihami, E. (2020). Teaching Indonesia Language For Kun Shan University Students And Volunteering For Campus Guests From Indonesian Universities Tainan–Taiwan Roc. Maspul Journal Of Community Empowerment, 1(1), 42-53.
Sembiring, B.Br., Ma’ mun, Edi I.G. 2006 . Pengaruh kehalusan bahan dan lama ekstraksi terhadap mutu ekstrak temulawak.
Taryono , E.M., S. Rahmat, dan A . Sardina. 1987. Plasma nutfah tanaman temu temuan. Edisi Khusus Ballitro 3.