STUDENT AND FACULTY OF ENGAGEMENT IN NONFORMAL EDUCATION

Main Article Content

Tri Wijaya
Elihami Elihami
Ibrahim Ibrahim

Abstract

Actual education applies in association between adults and children. Education in the association between adults and children. Intercourse between adults and adults is not called association education (pedagogical association) because in that association adults accept and take responsibility for their own influence. Pedagogical association exists only between adults and children (people who are not yet mature). However, we must remember that not every association between adults and children is educational. Many relationships and relationships are neutral in nature, which are pedagogical, for example, parents ask to take glasses not because they intend to educate, but because they themselves are reluctant to take. For example, a person who propaganda to sell obscene books to children cannot be called a pedagogical association

Article Details

How to Cite
Wijaya, T., Elihami, E., & Ibrahim, I. (2019). STUDENT AND FACULTY OF ENGAGEMENT IN NONFORMAL EDUCATION. JURNAL EDUKASI NONFORMAL, 1(1), 139-147. Retrieved from https://ummaspul.e-journal.id/JENFOL/article/view/238
Section
Articles

References

Ahmad Rohani HM. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Arby, Sutan Santi dan syahrun, Syahmar. 1991/1992. Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta: Depdikbud
Arikunto, suharsimi. 1991. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Bafadal, Ibrahim. 2003. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar; Dari Sentralisasi menuju Desentralisasi. Jakarta: Bumi Aksara
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. 1983. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Jakarta: Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah.
Elihami, E., & Saharuddin, A. (2017). PERAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN ISLAM DALAM ORGANISASI BELAJAR. Edumaspul-Jurnal Pendidikan, 1(1), 1-8.
Elihami, E., & Ibrahim, I. (2019). TEACHING TO VARIATION IN LEARNING FOR NON FORMAL EDUCATION DEPARTMENT. JURNAL EDUKASI NONFORMAL, 1(1), 29-40.
Elihami, E., & Saharuddin, A. (2017). PERAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN ISLAM DALAM ORGANISASI BELAJAR. Edumaspul-Jurnal Pendidikan, 1(1), 1-8.
Elihami, E., & Syahid, A. (2018). Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Pribadi yang Islami. Edumaspul-Jurnal Pendidikan, 2(1), 79-96.
Elihami, E. (2016). Meningkatkan Hasil Belajar Al-Islam Dan Kemuhammadiyahan Melalui Kuis Dengan Umpan Balik Pada Mahasiswa Kelas. SAFINA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(2), 27-37.
Elihami, E., Rahamma, T., Dangnga, M. S., & Gunawan, N. A. (2019). Increasing Learning Outcomes of the Islamic Education through the Buginese Falsafah in Ajatappareng Region. ICONSS Proceeding Series, 429-435.
Cultura, L. (2017). INCREASING STUDENTS’READING COMPREHENSION THROUGH COGNITIVE STRATEGIES OF SENIOR HIGH SCHOOL OF SIDENRENG RAPPANG REGENCY. Lingua, 11(2), 103-107.
Elihami, E., Mulyadi, M., & Busa, Y. CHILDREN'S TALKING BY USING FLANNEL PAPER MEDIA IN PLAY GROUPS.
Firawati, F. (2017). Transformasi Sosial dalam Nilai-Nilai Pendidikan Islam di Kabupaten Sidenreng Rappang. Edumaspul-Jurnal Pendidikan, 1(1), 25-35.
Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
Hasnidar, H., & Elihami, E. (2019). The management Model of National Character Education for Early Childhood Education through based on Democracy. Edumaspul-Jurnal Pendidikan, 3(1), 15-19.
Hami, E. (2016). Korelasi Antara Kemampuan Berpikir Ilmiah Dengan Prestasi Akademik Mahasiswa Jurusan Bimbingan Dan Konseling. Istiqra: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 3(2).
Hami, E., & Idris, M. (2015). Pengaruh Implementasi Kurikulum 2013 Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Peserta Didik Dalam Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Di Sman 1 Panca Lautang Sidrap. Istiqra: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 2(2).
Hasibuan. J.J dan Moedjiono. 2004. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya
Latuheru. John D. 1993. Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar-Mengajar Masa Kini. Ujung pandang: IKIP Ujung pandang
Rusyan, A. Tabrani Atang Kusdinar dan Zainal Arifin. 1992. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Cet. II; Bandung: Rosdakarya, 1992
Rustiani, R., Djafar, S., Rusnim, R., Nadar, N., Arwan, A., & Elihami, E. (2019). Measuring Usable Knowledge: Teacher’s Analyses of Mathematics for Teaching Quality and Student Learning. ICONSS Proceeding Series, 239-245.
Rusyan, A. Tabrani, Atang Kusdinar dan Zainal Arifin. 1992. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Cet. II; Bandung: Rosdakarya.
S. Nasution. 2000. Didaktik Asas-asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
Sudirman A.M. 2000. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Sudirman N., et. al., 1987. Ilmu Pendidikan. Bandung: Remaja Karya.
Syah, Muhibbin. 1999. Psikologi Pendidikan. Cet. I; Jakarta: Logos, 1999
Syaodih S., R. Ibrahim Nana. Perencanaan Pengajaran. Cet I, Jakarta : Rineka Cipta, 1996
Undang-undang RI No. 20 tahun 2003. Sistem Pendidikan Nasional. Bandung: Fokusmedia.
Usman, Moh. Uzer. 2004. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya