Gegar Budaya Mahasantri dalam Perspektif Albert Bandura

Main Article Content

Ervan Efendi
Heri Fadli Wahyudi

Abstract

Setiap individu tentu akan merasa asing ketika berada di tengah lingkungan yang berbeda dari budaya asalnya. Hal yang demikian juga dialami oleh beberapa mahasantri kampus IDIA Prenduan, dimana mahasantri mengalami gegar budaya pendidikan khususnya bagi mahasantri baru. Hal ini  dikarenakan budaya pendidikan kepesantrenan yang ada di Kampus IDIA Prenduan berbeda dengan budaya pendidikan tempat tinggal mereka sebelumnya. Sehingga peneliti tertarik untuk meneliti terkait gegar budaya pendidikan mahasantri dan faktor penyebabnya. Dalam penelitian ini peneliti memilih penggunaan pendekatan kualitatif lapangan, dengan jenis penelitian berupa penelitian deskriptif, data-data yang diperoleh dari penelitian ini melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Dan yang menjadi subjek penelitian adalah Mahasantri Intensif IDIA Prenduan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Yang akan diambil sampel dari penelitian ini ialah 14 mahasantri IDIA Prenduan yang mengalami gegar budaya pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; Gegar budaya pendidikan sebagai sebuah reaksi individu dalam penyesuaian diri terhadap budaya pendidikan dan lingkungan baru. Adapun faktor yang mempengaruhi gegar budaya pendidikan Mahasantri ada dua faktor; pertama, karena tingkat perbedaan atau ketimpangan yang jauh antara kebudayaan pendidikan lama dengan kebudayan pendidikan baru. Kedua, karena perbedaan kepribadian individu itu sendiri. Gegar budaya pendidikan yang dialami mahasantri IDIA Prenduan sejalan teori pembelajaran sosial (social learning) Albert Bandura, dimana Mahasantri melalui proses pengamatan dalam melakukan penyesuaian terhadap kondisi budaya dan lingkungan yang dihadapi.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Efendi, E., & Fadli Wahyudi, H. (2021). Gegar Budaya Mahasantri dalam Perspektif Albert Bandura. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 5(1), 365-375. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v5i1.1222
Section
Articles

References

Abdullah, S. M. (2019). Social Cognitif Theory; A. Bandura. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana.
Afiani, A. D. (2013). Regulasi Diri Mahasiswa Ditinjau Dari Keikutsertaan Dalam Organisasi Kemahasiswaan. Jurnal Ilmu Psikologi Terapan, 1. No. 02.
Boeree, C. G. (2008). personality Theories: Melacak Kepribadian Anda Dalam Bersama Psikologi Dunia. Yogyakarta: Prismasophie.
Coleman, S., & Watson, H. (2005). Pengantar Antropologi. Bandung: Nuansa.
Gusri Handayani, P., & Dkk. (2019). Pendekatan Konseling REBT Dalam Menanggulangi Culture Shock Mahasiswa Rantau. JURNAL KOPASTA, 6 NO. 2.
Hasanah, H. (2016). Teknik-Teknik Observasi (fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Semarang). Jurnal At-taqoddum, 8. No. 1.
Indra, H. (2003). Pesantren dan Transformasi Sosial. Jakarta: Penamadani.
K Rukriati, E., & Hikmawati, F. (2006). Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Bandung: CV PUSTAKA SETIA.
khatrunada, S. A., & Alam, G. N. (2013). Diplomasi Budaya Indonesia melalui International Gamelan Festival 2018 di Solo. Pdjadjaran Journal Of International Relatiaons (PADJIR), 1, No. 2.
Moleong, L. J. (2011). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suginono. (2008). Metodelogi Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tarsono, T. (2010). Impilkasi Teori Belajar Sosial: (Social learning theory) Dari Albert Bandura Dalam Bimbingan Dan Konseling. JURNAL ILMIAH PSIKOLOGI, 3 NO. 1.
Tasmuji, D. (2018). IAD ISD IBD. Surabaya: UIN Sunan Ampel Press :

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.